TUGAS MAKALAH
SISTEM INFORMASI AKUNTASI
“ANALISI SIKLUS PENDAPATAN”
DI SUSUN
OLEH
IMAR ROTUA
NPM : 1232
0093
UNIVERSITAS
TAMA JAGA KARSA
2014
HalamanDepan ..……………………………………………………………......….i
HalamanPersetujuan ...………………………………...………………………......ii
Kata Pengantar .……………………………………………………………….......iii
Daftar Isi .…………………………………………………………………..…….. iv
Bab I PENDAHULUAN ………………………….…………..…….....
A.
LatarBelakang…...……………………………………........…1
B.
RumusanMasalah.....…………………………………….….... 1
C.
Tujuan ...........................................................................….…....2
D. TinjauanTeoritis
........................................................................2
E.
Metoda .....……………….…………………………………….2
Bab II SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
MANJERIAL ..............
A.
ArusInformasi
........................................................................... 3
B.
Aliran Informasi Ari Atas Ke Bawah (Top-Down
Information Flow)
1.1
Struktur Organisasi (Policy
Statement)............................... 4
2.1
Tujuan Kinerja (Oerformance Goals)
................................. 5
3.1
Tujuan Organisasi Dan Tujuan Departemen ......................
5
4.1
Metoda-Metoda Penyusunan Tujuan
Departemen ............. 6
C.
Aliran Informasi Dari Bawah Ke Atas
(Bottom-Up Information Flow)
1.1
Pusat Pertanggungjwaban (Responbility
Centers) ................ 8
2.1
Pusat Biaya
........................................................................... 8
3.1
Pusat Laba ............................................................................
8
4.1
Pusat Investasi
...................................................................... 8
5.1
Laporan Kerja (Performance
Reports)..................................9
D.
Pengumpulan Data Dan Sistem Akuntansi
Pertanggungjawaban10
1.1
Kode Pertanggungjawaban (Responbility
Codes) ................. 11
2.1
Kode Rekening (Account Codes)
..........................................11
3.1
Kode Anggaran (Budget Codes)
...........................................11
E.
Pelaporan Keuangan Dan Akuntansi
Pertanggungjawaban ....... 11
Bab III KESIMPULAN
..............................................................................
Simpulan
...........................................................................................
12
LAMPIRAN
.........................................................................................................
3.8.
Kode pertanggungjawaban .................................................................................
18
3.9.
Konversi laoran Kerja menjadi Laporan Keuangan
........................................... 19
DAFTAR
PUSTAKA
...............................................................................................
20
Bab I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiringdenganberkembangnyateknologi
di era modern ini, mengakibatkansegalasesuatu yang
memungkinkandiatursecarateknologiyang diusahakansecaramaksimal.Usaha manusiauntukmemunculkanterobosanbaru di
bidangteknologi sangatmendukung proses kerja
yang padaawalnyamemerlukanwaktuyangrelatif lama
menjadidapatterselesaikandenganwaktu yang relatifsingkatdenganhasil yang
memuaskan, walaupundenganteknologi yang modern pengeluaranbiayaoperasional
yang diperlukanakansemakinbanyak.Olehkarenaitu,perusahaan-perusahaandituntutuntukmelakukankegiatanoperasionalnyasecaraefektifdanefisienumtukmempertahankaneksistensinya,
sehinggapengetahuanmerupakankekuatan yang
sangatpentinguntukmembantumanajerdalampengambilankeputusan.Dengandemikian,
pengelolaansisteminformasi merupakanhal
yang sangatpentinguntukdilakukan.
Bagiperusahaan yang bergerak,sistem informasi memainkansebuah peranan yang
pentingdalammengukurtindakandanhasilsertadalammendefinisikanpenghargaan yang
akanditerimaoleh para individu. Dan setiap pengeporasian
perusahaan terjadi siklus pendapatan perusahaan yang mencakup aktivitas bisnis
dalam penyerahan barang atau jasa kepada
pelanggan dan penerimaan pembayaran kas dari penyerahan barang dan jasa yang
dilakukan tersebut.Sehingga sebuah perusahaan melakukan berbagai pencatatan
yang terjadi dalam siklus pendapatan demi terjaganya sistem pengendalian
perusahaan tetap stabil.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa maksud dari dokumen, catatan, dan laporan dalam siklus pendapatan?
2.
Bagaimana
cara pengolahantransaksi mampu di proses dalam siklus pendapatan?
3.
Bagaimana aktivitasbisnisdalamsikluspendapatanyang berbasiskomputer?
C. Tujuan
Merupakantugasdarimatakuliahsisteminformasidanuntukmelatihkemampuanseorangmahasiswadalammembuatmakalahgunameningkatkankemampuanmatakuliahsisteminformasi.
D. Tujuan Teoritis
1.
Untuk menguraikan aktivitas bisnis dan pengolaan data
yang dilaksanakan dalam siklus pendapatan;
2.
Untuk mendokumentasikan pemahaman tentang aktivitas
siklus pendapatan;
3.
Untuk mengetahui berbagai ancaman dalam siklus pendapatan
dan mengevaluasi kecukupan prosedur pengendalian dalam menghadapi ancaman
tersebut; dan
4. Untuk mengetahui berbagai keputusan pokok
yang harus di buat dalam siklus pendapatan dan mengidentifikasikan informasi
yang dibutuhkan untuk membuat keputusan tersebut.
E. Metoda
Metode yang digunakandalampenyusunanmakalahiniadalahmelaluistudipustaka
yang dilakukan di berbagaisumber sebagaireferensiatashal
yang melatarbelakangipermasalahandalammakalahini.
Bab II
SIKLUS PENDAPATAN
A. Definisi Siklus Pendapatan
Sikluspendapatanadalahserangkaianbisnis yang
terjadisecaraberulangdankegiatanpengolahaninformasi, yang
berhubungandenganpenyerahanbarangdanjasakepadapelanggandanpenerimaanpembayarankasdaripenyerahanbarangdanjasatersebut.
Siklusinimencatat 4 aktivitas/kejadianekonomi, yaitu: (1)
penerimaanpesananbarangataujasadaripelanggan -
dicatatdenganmenggunakansistemaplikasipengolahanpesanan, (2)
pengirimanbarangataujasakepadapelanggan - dicatatdenganmengunakansistemaplikasipengiriman,(3)
penagihankepadapelanggan – dicatatdenganmenggunakansistemapilkasipenagihan, dan
(4) penerimaankasdaripembeli (baikdaripenjualantunaimaupunpelunasanpiutang) –
dicatatdenganmenggunakansistemaplikasipenerimaankas.
B. Dokumen, Catatan, Dan Laporan
Sikluspendapatanberhubungandengansiklus lain
sebagaimanaditunjukkanpadagambar 11.1
Gambar
11.1
SiklusPendapatan
1.1Dokumen yang Digunakan
Dokumen yang diguakan dalam siklus pengeluaran
adalah sebagai berikut:
Jenis Transaksi
|
Dokumen Yang Digunakan
|
Pembelian Kredit
|
Permintaan Pembelian
Pesanan Pembelian
Laporan Pembelian
Voucher
|
Pengeluaran Kas
|
Check
|
Retur Pembelian
|
Memo Debit
|
2.1 Laporan yang Dihasilkan
Laporan
yang dihasilkan dalam siklus pengeluaran ada tiga macam laporan, yaitu laporan
pengawasan (control report), register, dan laporan khusus (special report).
Meskipun demikian, informasi yang disajikan berbeda antara satu aplikasi dengan
aplikasi lain.
a.
Laporan Kontrol
Laporan
yang meringkas perubahan yang dilakukan terhadap sebuah file, sehingga berguna
untuk menentukan ada tidaknya perubahan file yang tidak semestinya (improperly)
atau untuk menjamin tidak ada transaksi yang hilang dalam proses.laporan
kontroldalam siklus pengeluaran adalah faktur pembelian yang di terima
perusahaan dan ditambahkan ke dalam file dengan sistem on-line-real-time.
b.
Register (Jurnal)
Laporan
yang berisi daftar transaksi yang di catat dalam periode tertentu, baik satu
hari, satu minggu, atau satu bulan. Data yang telah di posting dalam Biku
Besar, akan dapat digunakan untuk penelusuran audit (audit trail) terhadap
saldo-saldo rekening dengan menghibingkan antara bukti transaksi dan rekening
buku besar, yang berisi daftar cek yang digunakan untuk membayar utang.
c.
Laporan Khusus
Laporan khusus
dalam siklus pengeluaran yang berguna untuk membantu manajer dalam membuat
jadwal pembayaran utang kepada pemasok. Sedangkan laporan yang dihasilkan
adalah :
1) laporan
faktur terbuka (open
invoices report), laporan yang berisi daftar faktur pembelian di bayar pada
tanggal laporan, sedangkan data yang dilaporkan adalah data pemasik dan jumlah
utang kepada setiap pemasok.
2) laporan
umur voucher (voucher
aging report), laporan yang sangat bermanfaat untuk perusahaan yang memiliki
utang guna meringkas voucher menurut umur tertentu sesuai jangka waktunya.
3) laporan
kebutuhan kas, laporan
yang meringkas untuk jatuh tempo sehingga membantu untuk merencanakan
pembayaran utang dan mengidentifikasi utang mana yang harus di bayar segera,
agar memperoleh potongan serta menjaga hubungan baik dengan pemasok.
4) laporan
status utang, laporan
yang dihasilkan oleh perusahaan yang menggunakan sistem on-line-real-time,
karena karyawan bagian utang memerlukan informasi status utang setiap pemasok.
3.1 Catatan Akuntansi
Catatan
yang diselenggarakan perusahaan dalam sistem manual, adalah sebagai berikut
a. Buku Jurnal,
meliputi:
1) register
voucher, buku yang
digunakan untuk mencatat transaksi pembeluan secara kredit;
2) jurnal
memorial, buku yang
digunakan untuk mencatat transaksi pengembalian barang atau memperoleh potongan
pembelian barang yang di beli; dan
3) register
kas, buku yang digunakan
untuk mencatat transaksi pengeluaran kas, baik pembelian secara tunai maupun pelunasan
utang.
b.
Rekening pembantu piutang dagang, rekening yang digunakan untuk mencatat
piutang setiap pelanggan.
c.
Rekening buku besar, meliputi:
1) utang
dagang, rekening yang
digunakan untuk mencatat bertambahnya utang setiap melakukan pembelian secara
kredit, dan berkurangnya utang setiap pelunasan utang atau retur dan potingan
pembelian; dan
2) kas, rekening yang digunakan untuk mencatat
berkurangnya kas setiap melakukan pelunasan utang atau pembelian barang secara
tunai.
Sedangkan, catatan
yang diselenggarakan perusahaan dalam sistem komputer, adalah sebagai berikut
a.
File induk (master file), meliputi:
1) file
induk pemasok (vendor
master file), yaitu file yang digunakan untuk menyimpan data utang setiap
pemasok termasuk perubahan-perubahan yang terjadi terhadap utang dagang; dan
2) file
induk persediaan
(inventory master file), yait file yang digunakan untuk menyimpan data tentang
setiap jenis persediaan, baik penambahan atau pengurangan pada persediaan.
b.
File transaksi (transaction file), banyaknya file transaksi tergantung
sistemyang digunakaka perusahaan, jika menggunakan on-line-real-time maka file
transaksi yang digunakan lebih sedikit dari sisten kelompok (batch) karea
sistem tersebut langsung di proses. meskipun demikian, file transaksi meliputi:
1) file
permintaan pembelian,
merupakan input bagi sistem pembelian yang berisi satu record untuk setiap
barang yang dimintakan membelinya
2) file
order pembelian terbuka,
merupakan file yang mempunyai satu record untuk setiap pesanan pembelian yang
dikirimkan. field kunci dalam file ini adalah nomor pesanan pembelian
3) file
order pembelian, yang
digunakan oleh aplikasi pembelian untuk rincian data yang tercantum dalam
pesanan pembelian. field kuncinya adalah kombinasi nomor pesanan pembelian dan
nomor baris pesanan pembelian
4) file
penerimaan barang, file
berisi satu record untuk setiap item barang yang di teima dari pemasok dengan
menunjukkan nomor pesanan pembelian dan nomor baris, tanggal, dan kualitas yang
di terima.
5) file
faktur pembelian, file
yang berisi daftar faktur yang baru diterima namun barangnya belum datang.
6) file
voucher, file yang berisi
satu record untuk setiap voucher yang belum di bayar.
7) file
buku besar, file yang
berisi ringkasan transaksi yang di proses dengan mencatat rekening utang dagang
dan mendebit rekening lain yang terkait.
C. Pengolahan Transaksi
Pengolahan
transaksi dalam silus pengeluaran menggunakan dua versi sistem, yaitu
1.1
Sistem manual
Pengolahan transaksi dalam siklus pengeluaran yang
diselenggarakan secara manual dengan prosedur-prosedur sebagai berikut
a.
Prosedur pembelian, meliputi
1)
Unit peminta barang
a) persediaan yang telah mencapai titik
permintaan kembali akan unit barang dibuatkan membuat permintaan pembelian
sebanyak tiga lembar dan didistribusikan sebagai
® lembar ke-1 diteruskan ke departemen
pembelian
® lembar ke-2 diteruskan ke bagian utang
® lembar ke-3 diarsipkan dengan urut nomor
2)
Departemen pembelian
a)
atas
dasar dokumen permintaan barang, bagian ini memilih pemasok dan membuat order
pembelian sebanyak lima lembar
2.1
Aktivitas pengendalian untuk transaksi
pembelian
Aktivitas pengendalian untuk transaksi pembelian
dalam siklus pengeluaran bertujuan untuk memastika bahwa informasi yang
dihasilkan akurat dan dapat di percaya.
Tabel 12.2
Ringkasan aktivitas pengendalian transaksi
pembelian
Aktivitas
|
Pembelian Barang
|
Orientasi
transaksi
|
® Manajer unit meminta mengotoritasi
permintaan barang, manajer departemen pembelian menyetujui pembelian barang
|
Pengamanan
terhadap aktiva
|
® Laporan penerimaan barang di buat ketika
barang diterima
® Laporan penerimaan barangbernomor urut
tercetak
® Kualitas barang di hitung saat barang di
terima
® Kuantiyas barang di hitung secara
independen
|
Pemisahan tugas
|
® Bagian pembelian dan bagian utang dagang
® Pencatatan persediaan dan bagian gudang
® Bagian penerimaan barang dan bagian
gudang
|
Dokumen dan
catatan yang memadai
|
Permintaan pembelian
® Di buat berdasarkan titik dan kuantita
pesanan kembali
® Dimintakan persetujuan oleh pesanan
khusus
Order pembelian
® Di buat atas dasr permintaan pembelian
® Bernomor urut tercetak
® Pemasok di pilih dari daftar pemasok
yang disetujui
® Dilakuakan pengecekan terhadap harga dan
termin
Paket voucher
® Faktur di kirim langsung ke bagian utang
dagang
® Voucher bernomor urut tercetak
® Di dukung oleh permintaan
pembelian,order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur asli
|
Aktivitas
|
Pembelian Jasa
|
Orientasi transaksi
|
® Menajer unit peminta mengotorisasi,
menajer departemen pembelian menyetujui
|
Pemisahan tugas
|
® Bagian pembelian dan bagian utang dagang
|
Dokumen dan
catatan yang memadai
|
Permintaan pembelian
® Di buat oleh departemen pemakai
® Dimintakan persetujuan
Order pembelian
® Di buat atas dasar permintaan pembelian
® Bernomor urut tercetak
® Pemasok di pilih dari daftar pemasok
yang disetujui
® Dilakuakan pengecekan terhadap harga dan
termin
Paket voucher
® Catat penerimaan jasa pad tembusan order
pembelian
® Paket voucher
® Faktur di kirim langsung ke bagian utang
dagang
® Voucher bernomor urut tercetak
® Di dukung oleh permintaan
pembelian,order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur asli
® Diverifikasi
|
3.1
Prosedur pengeluaran kas
4.1
Aktivitas pengendalian untuk transaksi
pengeluaran kas
D. PengumpulanData padaSistemAkuntansiPertanggungjawaban
Sistemakuntansimempertangungjawabkandengan caramengalirkaninformasidaribawahkeatasberuparealisasikerja
(actual performance) dandariataskebawahberupaanggarankerja (budgeted
performance). Laporankinerjadarisetiappertanggungjawabanakanberupaanggaranpendapatan,
anggaranbaiaya, realisasipendapatan , danrealisasibiaya.
Dalampengumpulan data, perusahaanmenggunakankodepertanggungjawaban
(responbility codes) yang bergunauntukmengklasifikasikantransaksiberdasarkanpusatpertanggungjawabandanrekeningdalambaganrekening.
1.1 KodePertanggungjawaban (Responbility Codes)
Kode yang digunakanuntukmencatattempatterjadinyatransaksi.Karenasetiap
unit dalamorganisasiterdapatberbagaimacamtransaksi, makasetiap unit
harusmemilikikodekhusus.Contohkodepertanggungjawabandapat di lihatpadagambar
3.8.
2.1 KodeRekening (Account Codes)
Perusahaan
membutuhkankoderekeninguntukkeperluanpencatatandanpelaporaninformasi.Strukturkoderekeningdalamsistemakuntansipertanggungjawabanmerupakankombinasiantarakodekoderekeningdankodepertanggungjawaban
yang secaraunikmengidentifikasisetiaprekeningdalambaganrekeningpertanggungjawaban.
3.1 KodeAnggaran (Budget Code)
Padalaporankinerjadiperlukanadanyakodetambahan agar
angka yang dilaporkandapatdibedakan,
yaitukodeanggarandankoderealisasi.Kodetambahaninidisisipkanantarakodepertanggungjawabandankoderekening.
E. PelaporanKeuangandan
AkuntansiPertanggungjawaban
Laporan kerja
yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi pertanggungjawaban hanya
bermanfaat untuk keperluan inten (manajemen). Oleh sebab itu, laporan tersebut
sangat spesifik, dan tidak bisa langsung dikonversi untuk kpepentingann
ekstern.
Dan untuk
menghasilkan laporan keuangan pada akhir periode, perlu dilakukan konversi dari
laporan kerja ke dalam laporan keuangan.
Bab III
Kesimpulan
A.
Simpulan
Dalam sistem
informasiakuntansimanajerial, informasimengalirmenujuke duaarah, yaitu :
Top-down flow (mengalirdariataskebawah)
dan Buttom-up flow (mengalir daribawahkeatas). Manajemenpuncakmengkomunikasikanstrukturorganisasidenganmenggunakanbaganorganisasi(organization charts), yang mengidentifakasisegmen-segmen yang
adadanmengkomunikasikanhubunganatasan-bawahan. Sedangkan, uraianjabatan(job
description)menetapkantanggungjawabbagikaryawanuntuktugas-tugaskhusus.sistem penganggarankinerja (performance budgeting system),yang mengkoordinasikantujuankinerjake setiapsegmen,
jikasetiapsegmendapatmencapaitujuannya, makatujuanorganisasisecarakeseluruhan
dapat dicapai.
Sistem yang mencatattransaksi, memprosesnya,
danmelaporkankepadamanajer yang
lebihatasdisebutsistempelaporanpertanggungjawaban(responsbility reporting systems).Sistempelaporanpertanggungjawabanmencatatrealisasikegiatan
(performance measures) yang
telahdilaksanakanolehsetiapsegmendalamorganisasi, yang berupa satuan moneter pendapatan dan biaya,pusatpertanggungjawabanadalah
unit ataubagiandalamorganisasi yang
terlibatdalamsistemakuntansipertanggungjawab (SAP).sistemakuntansimanejerialmembuatanggaranfleksibel
(flexible budget) untukmenghendakianggaranbiaya
diperincikedalambiayatetapdanbiayavariabel.sedangkanAnggaranfleksibelmemperhitungkanperubahan-
perubahanbiaya yang terjadisebagaikonsekuensidariperubahanaktivitas.
Sistemakuntansi yang
mempertangungjawabkanmengalirkaninformasidaribawahkeatasberuparealisasikerja
(actual performance) dandariataskebawahberupaanggarankerja (budgeted
performance).
Laporankinerjadarisetiappertanggungjawabanakanberupaanggaranpendapatan, anggaranbaiaya,
realisasipendapatan , danrealisasibiaya. Laporan kerja yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi
pertanggungjawaban hanya bermanfaat untuk keperluan inten (manajemen). Dan
untuk menghasilkan laporan keuangan pada akhir periode, perlu dilakukan
konversi dari laporan kerja ke dalam laporan keuangan.
LAMPIRAN
Gambar3.8.
KodePertanggungjawaban
![]() |
Gambar 3.9.
Konversi laporan kinerja
menjadi laporan keuangan
PT Citra Matra Lestari
Direktur Produksi
|
||
1
|
-
|
-
|
2
|
Pabrik No.1
|
Rp 300.000
|
3
|
-
|
-
|
4
|
-
|
-
|
5
|
-
|
-
|
Total
|
||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||
PT
Citra Matra Lestari
Direktur
Pemasaran
|
|||||||||||||||||||||||||
x-101
|
x-102
|
Y-303
|
Y-304
|
|
|||||||||||||||||||||
DKI Jakarta
|
X
|
X
|
X
|
X
|
|||||||||||||||||||||
Jawa Barat
|
X
|
X
|
X
|
X
|
|||||||||||||||||||||
Jawa Tengah
|
X
|
X
|
X
|
X
|
|||||||||||||||||||||
Jawa Timur
|
X
|
X
|
X
|
X
|
4.500.000 |
||||||||||||||||||||
DIY
|
X
|
X
|
X
|
X
|
![]() |
||||||||||||||||||||
Total
|
X
|
X
|
X
|
X
|
0.000.000
|
||||||||||||||||||||
PT Citra Matra Lestari
Direksi
|
||||||||||||
1
|
-
|
|||||||||||
2
|
-
|
|
||||||||||
3
|
Direktur Produksi
|
19.000.000 |
||||||||||
4
|
||||||||||||
5
|
||||||||||||
Total
|
29.000.000
|
|||||||||||
PT Citra Matra Lestari
Neraca
|
||||||||||||
Kas
|
Rp 3.000.000
|
|||||||||||
Piutang Dagang
|
4.000.000
|
|||||||||||
Persediaan
Produk Jadi
|
5.000.000
|
|||||||||||
Persediaan
Bahan Baku
|
1.000.000
|
|||||||||||
Aktiva Lancar
Lain
|
1.000.000
|
|||||||||||
Aktiva Tetap
|
9.000.000
|
|||||||||||
Total Aktiva
|
Rp 23.000.000
|
|||||||||||
Uang Lancar
|
Rp 6.000.000
|
|||||||||||
Utang Jangka
Panjang
|
4.000.000
|
|||||||||||
Modal Saham
|
6.000.000
|
|||||||||||
Laba Diitahan
|
7.000.000
|
|||||||||||
Total Utang dan Modal
|
Rp 23.000.000
|
|||||||||||
DAFTAR PUSTAKA
Drs
krismiaji:sistem informasi akuntansi
edisi tiga,penerbit UPT-STIM,2010






Tidak ada komentar:
Posting Komentar