Kamis, 18 Desember 2014

Siklus Pendapatan



TUGAS MAKALAH
SISTEM INFORMASI AKUNTASI
“ANALISI SIKLUS PENDAPATAN”





DI SUSUN OLEH
IMAR ROTUA
NPM : 1232 0093



UNIVERSITAS TAMA JAGA KARSA
2014
DAFTAR ISI
HalamanDepan ..……………………………………………………………......….i
HalamanPersetujuan ...………………………………...………………………......ii
Kata Pengantar .……………………………………………………………….......iii
Daftar Isi .…………………………………………………………………..…….. iv

Bab I               PENDAHULUAN ………………………….…………..…….....
A.    LatarBelakang…...……………………………………........…1
B.     RumusanMasalah.....…………………………………….….... 1
C.     Tujuan ...........................................................................….…....2
D.    TinjauanTeoritis ........................................................................2
E.     Metoda .....……………….…………………………………….2

Bab II              SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANJERIAL ..............
A.    ArusInformasi ........................................................................... 3
B.     Aliran Informasi Ari Atas Ke Bawah (Top-Down Information Flow)
1.1  Struktur Organisasi (Policy Statement)............................... 4
2.1  Tujuan Kinerja (Oerformance Goals) ................................. 5
3.1  Tujuan Organisasi Dan Tujuan Departemen ...................... 5
4.1  Metoda-Metoda Penyusunan Tujuan Departemen ............. 6
C.     Aliran Informasi Dari Bawah Ke Atas (Bottom-Up Information Flow)
1.1  Pusat Pertanggungjwaban (Responbility Centers) ................ 8
2.1  Pusat Biaya ........................................................................... 8
3.1  Pusat Laba ............................................................................ 8
4.1  Pusat Investasi ...................................................................... 8
5.1  Laporan Kerja (Performance Reports)..................................9

D.    Pengumpulan Data Dan Sistem Akuntansi Pertanggungjawaban10
1.1  Kode Pertanggungjawaban (Responbility Codes) ................. 11
2.1  Kode Rekening (Account Codes) ..........................................11
3.1  Kode Anggaran (Budget Codes) ...........................................11
E.     Pelaporan Keuangan Dan Akuntansi Pertanggungjawaban ....... 11

Bab III                        KESIMPULAN ..............................................................................
                        Simpulan ........................................................................................... 12

LAMPIRAN .........................................................................................................
3.8. Kode pertanggungjawaban ................................................................................. 18
3.9. Konversi laoran Kerja menjadi Laporan Keuangan ........................................... 19

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 20










Bab I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Seiringdenganberkembangnyateknologi di era modern ini, mengakibatkansegalasesuatu yang memungkinkandiatursecarateknologiyang diusahakansecaramaksimal.Usaha manusiauntukmemunculkanterobosanbaru di bidangteknologi sangatmendukung proses kerja yang padaawalnyamemerlukanwaktuyangrelatif lama menjadidapatterselesaikandenganwaktu yang relatifsingkatdenganhasil yang memuaskan, walaupundenganteknologi yang modern pengeluaranbiayaoperasional yang diperlukanakansemakinbanyak.Olehkarenaitu,perusahaan-perusahaandituntutuntukmelakukankegiatanoperasionalnyasecaraefektifdanefisienumtukmempertahankaneksistensinya, sehinggapengetahuanmerupakankekuatan yang sangatpentinguntukmembantumanajerdalampengambilankeputusan.Dengandemikian, pengelolaansisteminformasi merupakanhal yang sangatpentinguntukdilakukan.
Bagiperusahaan yang bergerak,sistem informasi memainkansebuah peranan yang pentingdalammengukurtindakandanhasilsertadalammendefinisikanpenghargaan yang akanditerimaoleh para individu. Dan setiap pengeporasian perusahaan terjadi siklus pendapatan perusahaan yang mencakup aktivitas bisnis dalam penyerahan barang atau  jasa kepada pelanggan dan penerimaan pembayaran kas dari penyerahan barang dan jasa yang dilakukan tersebut.Sehingga sebuah perusahaan melakukan berbagai pencatatan yang terjadi dalam siklus pendapatan demi terjaganya sistem pengendalian perusahaan tetap stabil.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa maksud dari dokumen, catatan, dan laporan dalam siklus pendapatan?
2.      Bagaimana cara pengolahantransaksi mampu di proses dalam siklus pendapatan?
3.      Bagaimana aktivitasbisnisdalamsikluspendapatanyang berbasiskomputer?

C.    Tujuan
Merupakantugasdarimatakuliahsisteminformasidanuntukmelatihkemampuanseorangmahasiswadalammembuatmakalahgunameningkatkankemampuanmatakuliahsisteminformasi.

D.    Tujuan Teoritis
1.      Untuk menguraikan aktivitas bisnis dan pengolaan data yang dilaksanakan dalam siklus pendapatan;
2.      Untuk mendokumentasikan pemahaman tentang aktivitas siklus pendapatan;
3.      Untuk mengetahui berbagai ancaman dalam siklus pendapatan dan mengevaluasi kecukupan prosedur pengendalian dalam menghadapi ancaman tersebut; dan
4.      Untuk mengetahui berbagai keputusan pokok yang harus di buat dalam siklus pendapatan dan mengidentifikasikan informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan tersebut.

E.     Metoda
Metode yang digunakandalampenyusunanmakalahiniadalahmelaluistudipustaka yang dilakukan di berbagaisumber sebagaireferensiatashal yang melatarbelakangipermasalahandalammakalahini.





Bab II
SIKLUS PENDAPATAN

A.    Definisi Siklus Pendapatan
Sikluspendapatanadalahserangkaianbisnis yang  terjadisecaraberulangdankegiatanpengolahaninformasi, yang berhubungandenganpenyerahanbarangdanjasakepadapelanggandanpenerimaanpembayarankasdaripenyerahanbarangdanjasatersebut. Siklusinimencatat 4 aktivitas/kejadianekonomi, yaitu: (1) penerimaanpesananbarangataujasadaripelanggan - dicatatdenganmenggunakansistemaplikasipengolahanpesanan, (2) pengirimanbarangataujasakepadapelanggan - dicatatdenganmengunakansistemaplikasipengiriman,(3) penagihankepadapelanggan – dicatatdenganmenggunakansistemapilkasipenagihan, dan (4) penerimaankasdaripembeli (baikdaripenjualantunaimaupunpelunasanpiutang) – dicatatdenganmenggunakansistemaplikasipenerimaankas.
B.     Dokumen, Catatan, Dan Laporan
Sikluspendapatanberhubungandengansiklus lain sebagaimanaditunjukkanpadagambar 11.1
Gambar 11.1
SiklusPendapatan


 














                                                  




















1.1Dokumen yang Digunakan
Dokumen yang diguakan dalam siklus pengeluaran adalah sebagai berikut:
Jenis Transaksi
Dokumen Yang Digunakan
Pembelian Kredit
Permintaan Pembelian
Pesanan Pembelian
Laporan Pembelian
Voucher
Pengeluaran Kas
Check
Retur Pembelian
Memo Debit

2.1  Laporan yang Dihasilkan
Laporan yang dihasilkan dalam siklus pengeluaran ada tiga macam laporan, yaitu laporan pengawasan (control report), register, dan laporan khusus (special report). Meskipun demikian, informasi yang disajikan berbeda antara satu aplikasi dengan aplikasi lain.

a.    Laporan Kontrol
Laporan yang meringkas perubahan yang dilakukan terhadap sebuah file, sehingga berguna untuk menentukan ada tidaknya perubahan file yang tidak semestinya (improperly) atau untuk menjamin tidak ada transaksi yang hilang dalam proses.laporan kontroldalam siklus pengeluaran adalah faktur pembelian yang di terima perusahaan dan ditambahkan ke dalam file dengan sistem on-line-real-time.
b.   Register (Jurnal)
Laporan yang berisi daftar transaksi yang di catat dalam periode tertentu, baik satu hari, satu minggu, atau satu bulan. Data yang telah di posting dalam Biku Besar, akan dapat digunakan untuk penelusuran audit (audit trail) terhadap saldo-saldo rekening dengan menghibingkan antara bukti transaksi dan rekening buku besar, yang berisi daftar cek yang digunakan untuk membayar utang.
c.    Laporan Khusus
Laporan khusus dalam siklus pengeluaran yang berguna untuk membantu manajer dalam membuat jadwal pembayaran utang kepada pemasok. Sedangkan laporan yang dihasilkan adalah :
1)      laporan faktur terbuka (open invoices report), laporan yang berisi daftar faktur pembelian di bayar pada tanggal laporan, sedangkan data yang dilaporkan adalah data pemasik dan jumlah utang kepada setiap pemasok.
2)      laporan umur voucher (voucher aging report), laporan yang sangat bermanfaat untuk perusahaan yang memiliki utang guna meringkas voucher menurut umur tertentu sesuai jangka waktunya.
3)      laporan kebutuhan kas, laporan yang meringkas untuk jatuh tempo sehingga membantu untuk merencanakan pembayaran utang dan mengidentifikasi utang mana yang harus di bayar segera, agar memperoleh potongan serta menjaga hubungan baik dengan pemasok.
4)      laporan status utang, laporan yang dihasilkan oleh perusahaan yang menggunakan sistem on-line-real-time, karena karyawan bagian utang memerlukan informasi status utang setiap pemasok.

3.1  Catatan Akuntansi
Catatan yang diselenggarakan perusahaan dalam sistem manual, adalah sebagai berikut
a.       Buku Jurnal, meliputi:
1)      register voucher, buku yang digunakan untuk mencatat transaksi pembeluan secara kredit;
2)      jurnal memorial, buku yang digunakan untuk mencatat transaksi pengembalian barang atau memperoleh potongan pembelian barang yang di beli; dan
3)      register kas, buku yang digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran kas, baik pembelian secara tunai maupun pelunasan utang.
b.      Rekening pembantu piutang dagang, rekening yang digunakan untuk mencatat piutang setiap pelanggan.
c.       Rekening buku besar, meliputi:
1)      utang dagang, rekening yang digunakan untuk mencatat bertambahnya utang setiap melakukan pembelian secara kredit, dan berkurangnya utang setiap pelunasan utang atau retur dan potingan pembelian; dan
2)      kas, rekening yang digunakan untuk mencatat berkurangnya kas setiap melakukan pelunasan utang atau pembelian barang secara tunai.

Sedangkan, catatan yang diselenggarakan perusahaan dalam sistem komputer, adalah sebagai berikut
a.      File induk (master file), meliputi:
1)      file induk pemasok (vendor master file), yaitu file yang digunakan untuk menyimpan data utang setiap pemasok termasuk perubahan-perubahan yang terjadi terhadap utang dagang; dan
2)      file induk persediaan (inventory master file), yait file yang digunakan untuk menyimpan data tentang setiap jenis persediaan, baik penambahan atau pengurangan pada persediaan.
b.      File transaksi (transaction file), banyaknya file transaksi tergantung sistemyang digunakaka perusahaan, jika menggunakan on-line-real-time maka file transaksi yang digunakan lebih sedikit dari sisten kelompok (batch) karea sistem tersebut langsung di proses. meskipun demikian, file transaksi meliputi:
1)      file permintaan pembelian, merupakan input bagi sistem pembelian yang berisi satu record untuk setiap barang yang dimintakan membelinya
2)      file order pembelian terbuka, merupakan file yang mempunyai satu record untuk setiap pesanan pembelian yang dikirimkan. field kunci dalam file ini adalah nomor pesanan pembelian
3)      file order pembelian, yang digunakan oleh aplikasi pembelian untuk rincian data yang tercantum dalam pesanan pembelian. field kuncinya adalah kombinasi nomor pesanan pembelian dan nomor baris pesanan pembelian
4)      file penerimaan barang, file berisi satu record untuk setiap item barang yang di teima dari pemasok dengan menunjukkan nomor pesanan pembelian dan nomor baris, tanggal, dan kualitas yang di terima.
5)      file faktur pembelian, file yang berisi daftar faktur yang baru diterima namun barangnya belum datang.
6)      file voucher, file yang berisi satu record untuk setiap voucher yang belum di bayar.
7)      file buku besar, file yang berisi ringkasan transaksi yang di proses dengan mencatat rekening utang dagang dan mendebit rekening lain yang terkait.

C.    Pengolahan Transaksi
Pengolahan transaksi dalam silus pengeluaran menggunakan dua versi sistem, yaitu
1.1  Sistem manual
Pengolahan transaksi dalam siklus pengeluaran yang diselenggarakan secara manual dengan prosedur-prosedur sebagai berikut
a.      Prosedur pembelian, meliputi
1)      Unit peminta barang
a)      persediaan yang telah mencapai titik permintaan kembali akan unit barang dibuatkan membuat permintaan pembelian sebanyak tiga lembar dan didistribusikan sebagai
®    lembar ke-1 diteruskan ke departemen pembelian
®    lembar ke-2 diteruskan ke bagian utang
®    lembar ke-3 diarsipkan dengan urut nomor

2)      Departemen pembelian
a)      atas dasar dokumen permintaan barang, bagian ini memilih pemasok dan membuat order pembelian sebanyak lima lembar
 

2.1  Aktivitas pengendalian untuk transaksi pembelian
Aktivitas pengendalian untuk transaksi pembelian dalam siklus pengeluaran bertujuan untuk memastika bahwa informasi yang dihasilkan akurat dan dapat di percaya.

Tabel 12.2
Ringkasan aktivitas pengendalian transaksi pembelian

Aktivitas
Pembelian Barang
Orientasi transaksi
®    Manajer unit meminta mengotoritasi permintaan barang, manajer departemen pembelian menyetujui pembelian barang
Pengamanan terhadap aktiva
®    Laporan penerimaan barang di buat ketika barang diterima
®    Laporan penerimaan barangbernomor urut tercetak
®    Kualitas barang di hitung saat barang di terima
®    Kuantiyas barang di hitung secara independen
Pemisahan tugas
®    Bagian pembelian dan bagian utang dagang
®    Pencatatan persediaan dan bagian gudang
®    Bagian penerimaan barang dan bagian gudang
Dokumen dan catatan yang memadai
Permintaan pembelian
®    Di buat berdasarkan titik dan kuantita pesanan kembali
®    Dimintakan persetujuan oleh pesanan khusus
Order pembelian
®    Di buat atas dasr permintaan pembelian
®    Bernomor urut tercetak
®    Pemasok di pilih dari daftar pemasok yang disetujui
®    Dilakuakan pengecekan terhadap harga dan termin
Paket voucher
®    Faktur di kirim langsung ke bagian utang dagang
®    Voucher bernomor urut tercetak
®    Di dukung oleh permintaan pembelian,order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur asli


Aktivitas
Pembelian Jasa
Orientasi transaksi
®    Menajer unit peminta mengotorisasi, menajer departemen pembelian menyetujui
Pemisahan tugas
®    Bagian pembelian dan bagian utang dagang
Dokumen dan catatan yang memadai
Permintaan pembelian
®    Di buat oleh departemen pemakai
®    Dimintakan persetujuan
Order pembelian
®    Di buat atas dasar permintaan pembelian
®    Bernomor urut tercetak
®    Pemasok di pilih dari daftar pemasok yang disetujui
®    Dilakuakan pengecekan terhadap harga dan termin
Paket voucher
®    Catat penerimaan jasa pad tembusan order pembelian
®    Paket voucher
®    Faktur di kirim langsung ke bagian utang dagang
®    Voucher bernomor urut tercetak
®    Di dukung oleh permintaan pembelian,order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur asli
®    Diverifikasi

3.1  Prosedur pengeluaran kas






























4.1  Aktivitas pengendalian untuk transaksi pengeluaran kas



























D.    PengumpulanData padaSistemAkuntansiPertanggungjawaban
Sistemakuntansimempertangungjawabkandengan caramengalirkaninformasidaribawahkeatasberuparealisasikerja (actual performance) dandariataskebawahberupaanggarankerja (budgeted performance). Laporankinerjadarisetiappertanggungjawabanakanberupaanggaranpendapatan, anggaranbaiaya, realisasipendapatan , danrealisasibiaya.
Dalampengumpulan data, perusahaanmenggunakankodepertanggungjawaban (responbility codes) yang bergunauntukmengklasifikasikantransaksiberdasarkanpusatpertanggungjawabandanrekeningdalambaganrekening.



1.1  KodePertanggungjawaban (Responbility Codes)
Kode yang digunakanuntukmencatattempatterjadinyatransaksi.Karenasetiap unit dalamorganisasiterdapatberbagaimacamtransaksi, makasetiap unit harusmemilikikodekhusus.Contohkodepertanggungjawabandapat di lihatpadagambar 3.8.

2.1  KodeRekening (Account Codes)
Perusahaan membutuhkankoderekeninguntukkeperluanpencatatandanpelaporaninformasi.Strukturkoderekeningdalamsistemakuntansipertanggungjawabanmerupakankombinasiantarakodekoderekeningdankodepertanggungjawaban yang secaraunikmengidentifikasisetiaprekeningdalambaganrekeningpertanggungjawaban.

3.1  KodeAnggaran (Budget Code)
Padalaporankinerjadiperlukanadanyakodetambahan agar angka yang dilaporkandapatdibedakan, yaitukodeanggarandankoderealisasi.Kodetambahaninidisisipkanantarakodepertanggungjawabandankoderekening.

E.     PelaporanKeuangandan AkuntansiPertanggungjawaban
Laporan kerja yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi pertanggungjawaban hanya bermanfaat untuk keperluan inten (manajemen). Oleh sebab itu, laporan tersebut sangat spesifik, dan tidak bisa langsung dikonversi untuk kpepentingann ekstern.
Dan untuk menghasilkan laporan keuangan pada akhir periode, perlu dilakukan konversi dari laporan kerja ke dalam laporan keuangan.




Bab III
Kesimpulan
A.    Simpulan
Dalam sistem informasiakuntansimanajerial, informasimengalirmenujuke duaarah, yaitu :
Top-down flow (mengalirdariataskebawah) dan Buttom-up flow (mengalir daribawahkeatas). Manajemenpuncakmengkomunikasikanstrukturorganisasidenganmenggunakanbaganorganisasi(organization charts), yang mengidentifakasisegmen-segmen yang adadanmengkomunikasikanhubunganatasan-bawahan. Sedangkan, uraianjabatan(job description)menetapkantanggungjawabbagikaryawanuntuktugas-tugaskhusus.sistem penganggarankinerja (performance budgeting system),yang mengkoordinasikantujuankinerjake setiapsegmen, jikasetiapsegmendapatmencapaitujuannya, makatujuanorganisasisecarakeseluruhan dapat dicapai.
Sistem yang mencatattransaksi, memprosesnya, danmelaporkankepadamanajer yang lebihatasdisebutsistempelaporanpertanggungjawaban(responsbility reporting systems).Sistempelaporanpertanggungjawabanmencatatrealisasikegiatan (performance measures) yang telahdilaksanakanolehsetiapsegmendalamorganisasi, yang berupa satuan moneter pendapatan dan biaya,pusatpertanggungjawabanadalah unit ataubagiandalamorganisasi yang terlibatdalamsistemakuntansipertanggungjawab (SAP).sistemakuntansimanejerialmembuatanggaranfleksibel (flexible budget) untukmenghendakianggaranbiaya diperincikedalambiayatetapdanbiayavariabel.sedangkanAnggaranfleksibelmemperhitungkanperubahan- perubahanbiaya yang terjadisebagaikonsekuensidariperubahanaktivitas.
Sistemakuntansi yang mempertangungjawabkanmengalirkaninformasidaribawahkeatasberuparealisasikerja (actual performance) dandariataskebawahberupaanggarankerja (budgeted performance). Laporankinerjadarisetiappertanggungjawabanakanberupaanggaranpendapatan, anggaranbaiaya, realisasipendapatan , danrealisasibiaya. Laporan kerja yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi pertanggungjawaban hanya bermanfaat untuk keperluan inten (manajemen). Dan untuk menghasilkan laporan keuangan pada akhir periode, perlu dilakukan konversi dari laporan kerja ke dalam laporan keuangan.




LAMPIRAN

Gambar3.8.
KodePertanggungjawaban



 
























Gambar 3.9.
Konversi laporan kinerja menjadi laporan keuangan
PT Citra Matra Lestari
Direktur Produksi
1
-
-
2
Pabrik No.1
Rp 300.000
3
-
-
4
-
-
5
-
-

Total
Rp 19.000.000
PT Citra Matra Lestari
Perhitungan Harga Pokok dan Harga Pokok Produksi
Persed. Produk jd awal


Harga produk produksi


-Bahan baku
X

-Tenaga kerja
X

-Overhead pabrik
X



Rp 19.000.000


Rp 23.000.000
Persed. Produk jd akhir

        5.000.000
HPP

Rp 18.000.000

 










PT Citra Matra Lestari
Direktur Pemasaran

x-101
x-102
Y-303
Y-304
PT Citra Matra Lestari
Laporan Laba-rugi
Penjualan

Rp 30.000.000
HPP

      18.000.000
    Laba kotor

Rp 12.000.000
Biaya administrasi dan umum

      10.000.000
Laba bersih operasi

Rp   2.000.000

 
Pemesanan
DKI Jakarta
X
X
X
X

Jawa Barat
X
X
X
X

Jawa Tengah
X
X
X
X

Jawa Timur
X
X
X
X
4.500.000
DIY
X
X
X
X
Total
X
X
X
X
0.000.000

PT Citra Matra Lestari
Direksi

1
-


2
-
Jumlah biaya
Rp 29.000.000
Biaya manufaktur
      19.000.000
Biaya administrasi dan umum
Rp 10.000.000

 

3
Direktur Produksi
19.000.000

4



5




Total
29.000.000

PT Citra Matra Lestari
Neraca
Kas

Rp  3.000.000
Piutang Dagang

       4.000.000
Persediaan Produk Jadi

       5.000.000
Persediaan Bahan Baku

       1.000.000
Aktiva Lancar Lain

       1.000.000
Aktiva Tetap

       9.000.000
               Total Aktiva

Rp 23.000.000



Uang Lancar

Rp  6.000.000
Utang Jangka Panjang

       4.000.000
Modal Saham

       6.000.000
Laba Diitahan

       7.000.000
              Total Utang dan Modal

Rp 23.000.000




DAFTAR PUSTAKA
Drs krismiaji:sistem informasi akuntansi edisi tiga,penerbit UPT-STIM,2010